Kenal lebih dekat


Penulis : Tami Asyifa
Editor   : Windy Effendy

Rut Sri Wahyuni: Menulis Opini, Sebuah Cara Marah Elegan

 
Sahabat KLIP yang satu ini punya cara marah yang elegan, yaitu menulis opini. Dengan menulis opini, dia bisa memaparkan pendapat, gagasan, dan sikapnya terhadap sebuah keadaan atau situasi. Menulis opini membuatnya merasa lega. Sejak pertama kali menulis di tahun 2017, bintang tamu Kenal Lebih Dekat kali ini lebih memilih untuk menyampaikan opini.

Berkenalan dengan Rut Sri Wahyuni

 
Biodata Rut


Rut Sri Wahyuni yang biasa disapa Yuyun, berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Terlahir pada 27 Juli 1974, saat ini ia berdomisili di Sidoarjo. Yuyun dikaruniai sepasang anak yang sudah memasuki usia dewasa. Lelaki sulungnya saat ini sudah kuliah dan si bungsu yang perempuan, masih SMA. Yuyun menempuh pendidikan sampai tingkat diploma dan harus berhenti ketika ayahnya wafat dan ibunya sakit.

Pernah mengalami hubungan jarak jauh dengan suaminya yang mendapat tugas di luar kota membuatnya merasa menjadi single fighter. Namun, pemutusan hubungan kerja yang dialami sang suami, membuat mereka berkumpul kembali sejak Maret 2021. Pengalaman yang tidak mengenakkan ini justru disikapinya dengan positif. Dia yakin bahwa rezeki tidak selalu berupa materi. Bisa berkumpul, dekat dan lekat dengan keluarga juga menjadi dambaan.

Saat ini, ia memilih pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga yang produktif. Selain berkutat dengan urusan rumah dan anak-anak, Yuyun juga aktif di berbagai kegiatan dakwah dan literasi. Saat ini, Yuyun dipercaya sebagai redaksi pelaksana pada web Lensamedia News, admin di web Pejuang Pena, admin di FP Muslimah Times, kontributor tetap di beberapa media online, dan pemateri pelatihan kelas menulis.
 

Menulis Sebagai Jejak


Rut Sri Wahyuni termotivasi untuk menulis karena ingin meninggalkan jejak. Raga bisa saja terlupakan ketika manusia mati, tapi karya––meski tidak mendunia––pasti akan ada efeknya. Ia juga meyakini bahwa setiap tulisan memiliki jodoh pembaca masing-masing. Setiap bacaan seremeh apa pun adalah karunia Allah. Setiap tulisan pasti akan memiliki nilai bagi orang lain. Menulis juga menjadi tambahan penyempurna ketika ia merasa amal ibadah lainnya tak sempurna.

Yuyun lebih suka menulis opini, dibandingkan genre yang lain. Meski sudah mencoba berbagai genre, bahkan ikut pelatihan menulis, Yuyun selalu mandek di tengah jalan. Yang menarik baginya tetap satu: menulis opini. Dengan opini, Yuyun tertantang untuk mengasah kepekaan, mengakrabi gagasan-gagasan yang terlintas terhadap suatu peristiwa di sekitarnya, dan menyatakan perasaannya. Tema tulisan opininya bisa beragam mulai dari ekonomi, sosial, politik, agama, dan lainnya.

Bagi seorang Yuyun, opini bagaikan seseorang yang sedang marah dengan cara yang elegan. Baginya, menulis opini adalah cara mengungkapkan kebenaran tanpa menggurui serta memberi insight baru dengan mengajak pembaca melihat data dan fakta, lalu menganalisa kemudian memahami duduk perkara sebuah kejadian. Opini juga sarana menyampaikan ide dan menuangkan data imajinasi kreatif. Menuliskan opini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebaikan dan ketidaksetujuan terhadap keburukan. Meski opini merupakan sebuah pendapat, pada proses penulisannya tetap tidak boleh sembarangan.

Penulisan opini harus disertai dengan proses pengumpulan data, proses riset, penentuan argumen, hingga pemilihan sudut pandang. Yuyun selalu membuat draf tulisan, baik itu sumber berita, alur analisa sekaligus solusi dan kesimpulan. Setelah ada waktu, draf tersebut bisa langsung dieksekusi. Sumber ide bisa dari mana saja, bahkan pernah Yuyun mendapat ide ketika sedang jalan-jalan dan melihat tulisan pada punggung truk.

Menulis dan Pencapaiannya


Yuyun mulai aktif menulis sejak 2017, meski tidak punya waktu khusus untuk menulis. Biasanya ia punya waktu 2––3 jam perhari untuk me-time dan menulis. Konsisten adalah kunci. Meski punya waktu banyak kalau tidak konsisten tidak akan menghasilkan apa-apa. Tantangan selalu ada, moody salah satunya. Nah, bila sedang tidak mood, ia tidak akan menyentuh apapun terkait tulisan. Agar bad mood tidak berlarut-larut, ia punya kiat khusus. Biasanya Yuyun meluangkan waktu untuk scroll media sosial sebentar, baca buku, nonton film, YouTube dan tidur. Setelah itu, ia akan mengafirmasi diri dengan kalimat positif.

Pencapaian di bidang penulisan berupa terbitnya buku solo, menjadi editor dan yang paling berkesan saat ditawari owner sebuah media nasional Harian Aceh Indonesia untuk mengelola anak web––sebuah media di bawah media induknya. Media itu bernama Suara Netizen Indonesia (SNI) semacam platform umum seperti Retizen, Kompasiana, dan lain-lain.  Pada SNI, Yuyun rajin menulis dan selalu masuk trending topic.

Saat mendapat tawaran tersebut, Yuyun sempat ragu. Berbekal pengalaman menulis, jadi editor, desainer grafis sekaligus bloger ia berani menerima tawaran itu. Kemudian ia mengajak beberapa teman penulis yang dianggap kapabel untuk masuk menjadi tim approval. Saat ini sudah ada 110 penulis yang rutin menulis pada platform tersebut.

 
Karya Rut


Berikut ini beberapa karya Rut Sri Wahyuni baik berupa solo maupun antologi: 
  1. Perempuan Bertuah Kehilangan Muruah, Kumpulan opini Sahabat Surga Cinta Qur'an (SSCQ)
  2. Perempuan dalam Opini Sekularisme, e-book
  3. Antologi Kumpulan Materi Resep Karya 1, Komunitas Aktif Menulis
  4. Antologi Jilbab yang Dirindukan, Tim NuBar Area Jatim
  5. Antologi 100 Karya Terbaik Penulis Nusantara, Wacana Edukasi
  6. Antologi Revowriter ‘Love Story'
  7. Antologi The Ultimate Goal, KAM
  8. Antologi Lentera Penggugah Jiwa, Ratu Rianti, dkk
Selain karya, hal membanggakan yang pernah didapat dari menulis adalah saat diminta untuk sharing. Allah memberi kesempatan baginya untuk menuangkan ide kepada banyak orang, bagaikan sebuah teko. Jika bermanfaat hingga membuka hidayah bagi banyak orang, ilmu itu akan menjadi pahala jariyah yang luar biasa.

Bersama KLIP, Yuyun Konsisten Menulis


Rut Sri Wahyuni mulai menulis ketika bergabung dalam sebuah tim media pada komunitas dakwah. Masih pemula dan kurang ilmu, sehingga tulisan Yuyun waktu itu masih amburadul. Menyadari hal ini, ia belajar dan terus konsisten menulis dengan ikut berbagai challenge, mulai kelas Habits, TDOP, ODOP, dan KLIP ini.

Yuyun mengenal KLIP pada 2020 dari seorang teman. Ia mengiyakan ajakan teman tersebut karena ingin ada tantangan untuk bisa konsisten menulis. Baginya KLIP cocok banget. Sehari setor satu tulisan dan fleksibel dari sisi jenis tulisan maupun medianya. Sayang tahun pertama ia hanya ikut satu sesi karena kurang informasi yang membuatnya telat mendaftar.

Tahun berikutnya, sejak awal Yuyun sudah mendaftar. Kali ini ia mampu konsisten sampai bisa muncul di sesi terakhir. Tidak selalu mulus juga. Ada tantangan yang lupa disetor, sehingga belum bisa memenuhi 30 tulisan dalam sebulan. Sampai hari ini, Yuyun masih setia bergabung dengan KLIP dan karyanya pun mulai bertebaran. Bahkan ia menjadi percaya diri ikut lomba menulis. Walaupun jarang menang, bonus dari ikut lomba-lomba itu adalah membuat menulis menjadi konsisten.

Kebanggaan sebagai anggota KLIP adalah terbangunnya konsistensi menulis. Terlepas dari beberapa kali lupa setor, ia tetap bisa menulis rutin setiap hari satu tulisan. Bahkan bisa dua atau tiga jika idenya mengalir lancar. Menurut Yuyun, KLIP sudah menjadi asisten terbaik, yang selalu mengingatkan untuk terus menulis. Jika belum setoran, seakan seperti diingatkan bahwa cukup satu setoran pun bisa. Ia pun tertantang menulis setiap hari sebelum melakukan aktivitas yang lain.

Awalnya ketika ia bergabung dengan KLIP, ia masih belum serius. Pada akhirnya ia banyak mengajak teman. Yuyun juga ingin teman-temannya merasakan hal yang sama. Kemampuan menulis kian terasah, juga tanggung jawab terhadap komitmen dan pertemanan. Tanpa komunitas mustahil kita bisa tetap bertahan.

Terakhir, ia berharap KLIP tetap konsisten dengan program-program yang ada. Di luar sana banyak perempuan yang punya potensi namun belum bisa produktif. Yuyun melambungkan doa agar KLIP kian besar manfaatnya dan mampu memberi inspirasi.

Tips dari Yuyun


Dalam akhir pembicaraannya dengan KLIP, Yuyun menitipkan beberapa pesan. Ia menyampaikan bahwa memulai menulis adalah sebuah langkah awal. Selanjutnya banyak hal yang bisa dipilih. Bersungguh-sungguhlah dengan terus belajar, bergabung dengan komunitas serta serius pada genre tertentu yang ngena banget. Seperti pilihannya untuk menulis opini. Bagi Yuyun, opini adalah sarana berbagi kebaikan dan cara menyuarakan ketidaknyamanannya pada keburukan. Opini adalah sebuah cara marah yang elegan.