Apa itu KBK?
KBK adalah Klub Buku KLIP. Sesuai judulnya, KBK merupakan bagian dari KLIP, yang khusus membahas tentang buku, dan literasi secara keseluruhan.
Apa saja program-program KBK?
Ada beberapa program yang akan dijalani di 2026:
- RaBuku (Rabu Buku). Tiap Rabu akan ada diskusi di Whatsapp group KBK, membahas berbagai hal tentang buku. Nanti di akhir bulan, akan ada live call untuk KLIP-ers bisa ngobrol langsung. Boleh berbagi rekomendasi buku, cerita sedang membaca buku apa, bertanya tentang buku, dsb.
- Siniar (podcast) KBK di Spotify. Dari hasil obrolan di Whatsapp, tim KBK akan memilih 2 orang untuk diajak ngobrol bikin siniar tentang rekomendasi satu buku tertentu, yang kira-kira layak dibaca KLIP-ers.
- Obral (Obrolan Literasi). Kalau tadi seru-seruan di Whatsapp, Obral seru-seruan di Instagram. Tiap bulan minggu kedua, tim KBK dan seorang narasumber akan live di Instagram membahas berbagai topik tentang literasi.
- Tantangan KBK, yaitu membuat ulasan buku. Satu ulasan membahas satu buku. Setelah menulis ulasan, jangan lupa untuk mengisi Form Tantangan KBK.
FAQ KBK
Wah, banyak juga ya programnya. Apa semua wajib diikuti?
Hanya Tantangan KBK yang menjadi persyaratan untuk lulus. Berarti, setiap KLIP-ers harus menulis minimal satu ulasan buku dalam satu sesi.
Lebih dari satu ulasan, boleh?
Boleh banget. KLIP-ers yang mengulas minimal empat buku dalam satu sesi akan mendapatkan lencana kehormatan. Selain itu, berbeda dengan setoran harian, Tantangan KBK boleh dirapel sekaligus dalam satu waktu.
Bagaimana kalau tidak terbiasa mengulas buku?
Semua bisa karena latihan. Di KLIP, kami tidak menuntut kesempurnaan. Namun, ada hal-hal mendasar yang HARUS ada dalam setiap ulasan:
- identitas buku; seperti judul, penulis, foto sampul buku, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, dll.
- cerita singkat tentang buku tersebut. Kalau nonfiksi, bisa diceritakan sekilas apa isi buku tersebut dan garis besarnya. Kalau nonfiksi, bisa bercerita tentang alur dan karakter di dalam cerita. Sebisa mungkin, hindari spoiler.
- opini tentang buku tersebut. Apakah buku itu bagus atau tidak? Apa bagian yang paling menarik? Apa yang dirasa kurang? Siapa kira-kira pembacanya?
Apa harus seperti ini urutannya? Tidak. Formatnya bebas, mau dalam bentuk data atau dimasukkan ke dalam narasi. Jumlah kata minimal 300 kata. Tantangan KBK juga boleh didobel sebagai setoran harian.
Apa harus diulas dalam gaya bahasa formal?
Tidak. Bebas saja, sesuai gaya menulis masing-masing. KLIP-ers boleh menulis ulasan di blog, media sosial, Gdoc, atau media lainnya. Tim KBK nanti akan membaca ulasan para KLIP-ers, jadi tulisannya tidak boleh digembok (private). Tolong diatur agar bisa dibaca publik.
Apa semua buku boleh diulas?
Boleh. Kecuali …. komik dan novel di web.
Mengapa? Karena komik menggunakan bahasa lisan, yang berbeda dengan bahasa tulisan. Sedangkan novel di web belum tentu sudah dikurasi dengan baik. Sulit bagi kami untuk mengeceknya.
Harap dimengerti ya.
Bagaimana dengan program-program KBK lainnya? Apa bedanya?
Tiap episode siniar KBK membahas satu buku yang direkomendasikan oleh KLIP-ers, secara mendalam. Obral membahas rekomendasi buku dan topik literasi secara umum bersama narasumber di Instagram. RaBuku membahas segala sesuatu tentang literasi di Whatsapp.
Semua program KBK pada intinya membahas tentang buku. Hanya saja, dilihat dari aspek yang berbeda-beda dan melalui beragam media. Ada yang cukup ketik-ketik di Whatsapp, ada yang cuap-cuap di siniar, dan ada yang bisa ikutan eksis di medsos. KLIP-ers bisa memilih. Kalau bisa sih, semuanya. Hehehe.
Apa kaitannya klub buku dengan kelas literasi? Bukannya ini sarana untuk menulis?
Kami percaya, membaca buku adalah bahan bakar untuk menulis. Perbendaharaan kata yang lebih luas, kaidah penulisan yang lebih baik, feel dalam menulis akan lebih terasah lewat membaca.
Karena itu, mari sisihkan waktu untuk membaca. Meski hanya sebentar. Bebas membaca buku apa saja. Fiksi atau nonfiksi, semua sama bagusnya.
Dekatkan tangan Anda dengan otak Anda.
Kutipan di atas adalah nasihat terkenal dari sastrawan dan praktisi penulisan kreatif Indonesia, A.S. Laksana. Ini menjadi salah satu alasan mengapa mengulas buku sepenting itu. Karena ilmu atau pesan yang telah didapat lewat buku, lalu “diutak-atik” lewat menulis, akan lebih "menempel" di otak dibandingkan sekadar membaca buku.
Karena itu, jangan takut mengulas buku. Tidak perlu sempurna, tidak perlu rumit. Yang penting, mulai saja dulu. Ditunggu ya, kehadiranmu di program-program KBK!
Salam,
Tim KBK
Penulis: Amie Firsa

0 Komentar